-->

Berita Tarutung

Yaman Luncurkan Perusahaan Mobil Listrik di Tengah Darurat Militer

Ad

Kota Sanaa, ibu kota Yaman, resmi membuka agen kendaraan listrik terbesar di negara itu, “Al-Raabi Auto Cars,” pada awal Januari 2026. Inisiatif ini menjadi tonggak penting bagi transformasi sektor transportasi di tengah krisis energi yang terus meningkat.

Menurut Kamar Dagang dan Industri Sanaa, proyek ini menghadirkan merek-merek internasional yang fokus pada mobil pickup dan truk komersial listrik. Hal ini menunjukkan upaya serius pemerintah di Sanaa untuk mendorong solusi transportasi berkelanjutan.

Agen baru ini tidak hanya menjual kendaraan listrik, tetapi juga menawarkan layanan purna jual lengkap, perawatan khusus kendaraan listrik, dan pemeriksaan baterai. Infrastruktur stasiun pengisian daya juga mulai diperluas untuk mendukung penetrasi kendaraan listrik.

Langkah ini dianggap sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi hijau dan menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil, yang harga pasarnya terus naik di tengah krisis energi global.

Di wilayah Aden, yang dikuasai Pemerintah Yaman di pengasingan dan STC, penetrasi kendaraan listrik masih terbatas. Infrastruktur pengisian daya jarang, sementara kendaraan komersial tradisional masih mendominasi transportasi logistik.

Di bawah PLC, kondisi serupa juga terlihat. Fokus utama masih pada pengelolaan keamanan dan darurat militer, sehingga investasi dalam transportasi hijau terhambat.

Penetrasi kendaraan listrik di Sanaa, meski menjanjikan, masih menghadapi tantangan serius. Ketersediaan suku cadang, teknologi, dan biaya awal kendaraan menjadi hambatan utama bagi masyarakat menengah ke bawah.

Namun, pemerintah Sanaa berharap proyek ini dapat menarik minat sektor swasta dan membuka lapangan pekerjaan baru di bidang transportasi dan energi terbarukan.

Langkah Sanaa ini juga menjadi sinyal penting bahwa wilayah Houthi mencoba menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dengan program pertahanan mereka, yang tetap menjadi fokus utama pemerintah.

Sementara itu, di wilayah yang dikuasai PLC, darurat militer yang diterapkan sejak beberapa bulan terakhir berpotensi mengganggu ekonomi lokal. Banyak bisnis menghadapi kesulitan operasional karena pembatasan mobilitas dan penegakan jam malam.

STC di Aden juga menghadapi kondisi serupa, meskipun tidak seketat PLC. Aktivitas perdagangan dan impor barang masih berjalan, tetapi investasi jangka panjang terganggu karena ketidakpastian keamanan.

Darurat militer PLC menimbulkan tekanan tambahan pada rantai pasok domestik, termasuk distribusi bahan bakar dan logistik kendaraan listrik yang mulai masuk ke pasar.

Ekonomi Yaman, yang sudah rapuh akibat perang dan blokade, menghadapi risiko stagnasi jika ketegangan militer berlanjut. Penetrasi kendaraan listrik bisa tertunda, bahkan di Sanaa yang relatif stabil.

Di sisi lain, masyarakat di Sanaa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kendaraan listrik. Banyak pengusaha muda melihat peluang usaha baru dalam layanan pengisian dan perawatan kendaraan.

Pemerintah Sanaa juga merencanakan kampanye edukasi untuk masyarakat tentang manfaat kendaraan listrik, termasuk efisiensi energi dan pengurangan polusi udara.

Di wilayah PLC, sebagian besar penduduk masih bergantung pada kendaraan diesel dan bensin. Ketidakpastian politik membuat investor asing enggan menanam modal dalam proyek energi terbarukan.

STC berpotensi menjadi pusat pengembangan kendaraan listrik jika keamanan stabil dan investasi luar negeri masuk. Namun, saat ini fokus utama mereka masih pada pemulihan logistik dan penguatan kontrol wilayah.

Pemerintah Sanaa berharap dengan hadirnya agen besar ini, pasar lokal dapat lebih kompetitif, sehingga harga kendaraan listrik menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat menengah.

Dalam jangka panjang, transformasi transportasi ini bisa membantu mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar, yang menjadi beban utama ekonomi Yaman.

Kendati begitu, konflik yang masih berlangsung dan darurat militer di wilayah PLC tetap menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi nasional.

Dengan demikian, inisiatif kendaraan listrik di Sanaa menjadi contoh bagaimana pembangunan ekonomi dan teknologi bisa berjalan meski dalam situasi konflik, tetapi keberhasilan penuh masih tergantung pada stabilitas politik dan keamanan di seluruh Yaman.

Ad

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
© Copyright 2017 Harian - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger